Blogger Jateng

Mengenal Bantuan Non-Yudisial dari Kasus Pelanggaran Ham di Aceh

 

Rumah Geudong

Rumah Geudong merupakan saksi bisu atas pelanggaran HAM oleh oknum aparat terhadap warga sipil di aceh yang dianggap ikut membatu pemberontakan pada saat itu. Walaupun kasus ini telah lama tapi warga sipil yang merasa dirinya tidak bersalah terus mengupayakan keadilan. Agar kasus ini dapar dibawa ke persidangan. Pemerintah saat ini belum membawa kasus ini ke pengadilan tetapi pemerintah telah memberi bantuan non-yudisial ke warga sipil yang menjadi korban. Apa itu bantuan non-yudisial simak penjelasan berikut.

Bantuan non-yudisial mengacu pada bantuan atau dukungan yang diberikan kepada individu atau kelompok di luar proses peradilan atau pengadilan. Bantuan ini tidak melibatkan upaya hukum formal, seperti mengajukan gugatan atau penyelesaian sengketa melalui jalur hukum. Sebaliknya, bantuan non-yudisial lebih berfokus pada pendekatan alternatif untuk membantu orang dalam berbagai masalah atau situasi yang memerlukan penyelesaian. Bisa dibilang bantuan non-yudisial adalah JALAN DAMAI bagi kedua belah pihak.

Contoh bantuan non-yudisial :

1. Konseling dan dukungan psikologis: Memberikan bantuan emosional dan konseling kepada individu atau kelompok yang mengalami masalah pribadi atau emosional.

2. Bantuan sosial: Menyediakan bantuan dan dukungan bagi individu atau kelompok yang menghadapi masalah sosial atau ekonomi, seperti bantuan keuangan, perumahan, atau makanan.

3. Mediasi: Membantu pihak-pihak yang terlibat dalam konflik atau sengketa untuk mencapai kesepakatan damai melalui mediasi, yang dilakukan oleh pihak netral yang tidak memihak.

4. Layanan kesehatan dan kesejahteraan: Memberikan bantuan kesehatan dan dukungan kesejahteraan kepada individu atau kelompok yang membutuhkan.

Bantuan non-yudisial bertujuan untuk membantu individu atau kelompok menghadapi tantangan atau masalah yang mereka hadapi dengan cara yang lebih terpadu, mendukung, dan berbasis masyarakat. Pendekatan ini berupaya untuk mencegah atau mengurangi eskalasi konflik dan ketegangan hukum, serta memberikan solusi alternatif yang lebih ramah dan berorientasi pada penyelesaian masalah secara holistik.


Posting Komentar untuk "Mengenal Bantuan Non-Yudisial dari Kasus Pelanggaran Ham di Aceh"