Blogger Jateng

Apa Itu Kasasi

Apa Itu Kasasi


Kasasi adalah upaya hukum yang diselesaikan oleh mahkamah agung. Kasasi ini merupakan upaya lanjutan jika banding yang dilakukan pada pengadilan tinggi tidak diterima. Jadi kasasi tidak bisa dilakukan jika belum mengajukan banding. Permohonan kasasi bisa dilakukan secara tertulis maupun secara lisan, tapi alangkah lebih baiknya jika dilakukan secara tertulis.

Pengajuan kasasi dibatasi 14 hari setelah putusan banding dinyatakan ditolak. Jika lewat tenggang waktu 14 hari maka putusan dinyatakan tetap atau tidak bisa dirubah lagi. Maksimal setelah 7 hari pengajuan maka panitra atau pejabat pengadilan akan memutuskan diterima atau tidaknya permohonan kasasi yang diajukan. Panitra selambat-lambatnya akan memberi memori kasasi kepada terdakwa atau jaksa penuntut umum.

Pemohon kasasi wajib mengajukan memori kasasi yang memuat alasan permohonan kasasinya dan dalam waktu empat belas hari setelah mengajukan permohonan tersebut, harus sudah menyerahkannya kepada panitera yang untuk itu ia memberikan surat tanda terima. Dalam hal pemohon kasasi adalah terdakwa yang kurang memahami hukum, panitera pada waktu menerima permohonan kasasi wajib menanyakan apakah alasan ia mengajukan permohonan tersebut dan untuk itu panitera membuatkan memori kasasinya. 

Setelah panitera pengadilan negeri menerima memori dan atau kontra memori, Ia wajib segera mengirim berkas perkara kepada Mahkamah Agung. Setelah panitera Mahkamah Agung menerima berkas perkara tersebut ia seketika mencatatnya dalam buku agenda surat, buku register perkara dan pada kartu penunjuk. Buku register perkara tersebut wajib dikerjakan, ditutup dan ditandatangani oleh panitera pada setiap hari kerja dan untuk diketahui ditandatangani juga karena jabatannya oleh Ketua Mahkamah Agung. Dalam hal Ketua Mahkamah Agung berhalangan, maka penandatanganan dilakukan oleh WakiI Ketua Mahkamah Agung dan jika keduanya berhalangan maka dengan surat keputusan Ketua Mahkamah Agung ditunjuk hakim anggota yang tertua dalam jabatan. Selanjutnya panitera Mahkamah Agung mengeluarkan surat bukti penerimaan yang aslinya dikirimkan kepada panitera pengadilan negeri yang bersangkutan, sedangkan kepada para pihak dikirimkan tembusannya. 

Pemeriksaan dalam tingkat kasasi dilakukan oleh Mahkamah Agung berguna untuk :
a. apakah benar suatu peraturan hukum tidak diterapkan atau diterapkan tidak sebagaimana mestinya
b. apakah benar cara mengadili tidak dilaksanakan menurut ketentuan undang-undang
c. apakab benar pengadilan telah melampaui batas wewenangnya

Syarat-syarat untuk mengajukan kasasi ialah:

Diajukan oleh pihak yang berhak mengajukan kasasi.
Diajukan masih dalam tengggang waktu kasasi.
Putusan atau penetapan judec factie, menurut hukum dapat dimintakan kasasi.
Membuat memori kasasi.
Membayar panjar biaya kasasi.
Menghadap ke Kepaniteraan PA yang bersangkutan.
Permohonan kasasi hanya dapat diajukan oleh pihak yang berperkara atau wakilnya yang secara khusus dikuasakan untuk itu (pasal 44 ayat (1) uu No. 14/1985). Apabila dalam surat kuasa telah disebutkan bahwa wakil tersebut telah pula diberikan kuasa untuk mengajukan kasasi, maka tidak diperlukan lagi surat kuasa baru.

Permohonan kasasi hanya dapat diajukan dalam masa tengggang waktu kasasi, yaitu 14 (empat belas) hari sesudah putusan atau penetapan pengadilan diberitahukan kepada yang bersangkutan. Apabila melewati waktu tanpa ada permohonan kasasi yang diajukan pihak berperkara, maka dianggap telah menerima putusan (pasal 46 ayat (2) UU No. 14/1985).

Permohonan kasasi wajib menyampaikan memori kasasi yang memuat alasan-alasannya (pasal 47 ayat (1). Berbeda dengan banding di mana permohonan banding tidak wajib membuat memori banding. Memori kasasi merupakan syarat mutlak untuk diterimanya permohonan kasasi. Yang berwenang menilai apakah syarat-syarat kasasi telah dipenuhi atau tidak adalah Mahkamah Agung dalam putusan kasasi.


Posting Komentar untuk "Apa Itu Kasasi"