Blogger Jateng

Apa Itu Adagium dan Peranannya Dalam hukum

Apa Itu Adagium

Pengertian Adagium

Adagium merupakan kata-kata bijak yang menginspirasi kehidupan.
Adagium, seringkali disebut juga sebagai peribahasa atau pepatah. Adagium dapat juga diartikan sebagai ungkapan singkat yang mengandung hikmah dan pengalaman manusia dalam bentuk kata-kata bijak. Adagium berasal dari berbagai budaya di seluruh dunia dan telah menjadi bagian penting dari warisan kebijaksanaan manusia. Kata-kata ini sering digunakan untuk mengajarkan pelajaran moral, memberi nasihat, atau sekadar menyemangati dalam kehidupan sehari-hari.

Asal Usul Adagium

Adagium telah ada sejak zaman kuno dan telah ditemukan dalam berbagai bentuk di hampir setiap budaya di dunia. Beberapa adagium berasal dari kisah-kisah dalam mitologi, seperti adagium Yunani Kuno yang berasal dari cerita-cerita mitologi Yunani. Contohnya, "Mengenal diri sendiri" adalah salah satu adagium Yunani yang terkenal, yang merupakan nasihat yang diatribusikan kepada Dewa Apollo.

Adagium juga dapat berasal dari pengalaman sehari-hari dan kebijaksanaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Mereka sering kali muncul sebagai tanggapan terhadap situasi-situasi yang umum dalam **Peran Adagium dalam Hukum: Kata-kata Bijak yang Membentuk Keadilan**


Adagium dalam Pembuatan Hukum

1. "Ignorantia juris non excusat" (Ketidaktahuan tentang hukum bukanlah alasan) 
Adagium ini menggarisbawahi pentingnya pengetahuan tentang hukum dalam sistem peradilan. Meskipun masyarakat umum mungkin tidak memiliki pengetahuan yang mendalam tentang undang-undang, prinsip ini menegaskan bahwa ketidaktahuan tentang hukum tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab hukum.

2. "In dubio pro reo" (Dalam keraguan, berpihaklah kepada terdakwa)
Adagium ini mencerminkan prinsip praduga tak bersalah dalam hukum pidana. Dalam kasus-kasus di mana bukti tidak cukup kuat untuk membuktikan kesalahan terdakwa di luar keraguan yang wajar, pengadilan cenderung memutuskan untuk memihak kepada terdakwa.

Adagium dalam Penegakan Hukum

1. "Fiat justitia ruat caelum" (Biarlah keadilan terwujud, walaupun langit runtuh)
Prinsip ini menekankan pentingnya keadilan dalam penegakan hukum. Meskipun mengejar keadilan bisa sulit dan rumit, hukum harus ditegakkan dengan tegas demi menciptakan masyarakat yang adil.

2. "Audi alteram partem" (Dengarkan pihak yang lain)
Prinsip ini menggarisbawahi pentingnya mendengarkan semua pihak yang terlibat dalam kasus hukum. Setiap orang memiliki hak untuk di dengar dan memberikan argumennya di hadapan pengadilan, yang merupakan elemen penting dalam sistem hukum yang adil.

Adagium dalam Penafsiran Hukum

1. "Expressio unius est exclusio alterius" (Mengungkapkan satu berarti mengecualikan yang lain)
 Adagium ini digunakan dalam penafsiran undang-undang untuk menentukan bahwa jika sebuah hukum menyebutkan hal-hal tertentu, maka hal lain yang tidak disebutkan dikecualikan. Ini dapat membantu dalam menentukan makna sebenarnya dari undang-undang yang ada.

2. "Dura lex, sed lex" (Hukum keras, tetapi hukum)
Prinsip ini mengingatkan bahwa, meskipun hukum kadang-kadang bisa keras atau tidak adil dalam kasus tertentu, hukum harus tetap dihormati dan ditegakkan. Jika ada ketidakpuasan dengan hukum, perubahan harus dicapai melalui proses hukum yang sah.

Adagium memainkan peran yang penting dalam pengembangan, penerapan, dan penegakan hukum. Mereka membantu membentuk dasar-dasar etika dalam sistem hukum dan memberikan panduan bagi para pembuat kebijakan, pengacara, hakim, dan warga negara. Dengan menghormati dan memahami adagium yang relevan dalam konteks hukum, kita dapat memastikan bahwa keadilan dan kebijaksanaan menjadi bagian integral dari sistem hukum yang berfungsi. Sebagai bagian dari hukum yang lebih luas, adagium ini mengingatkan kita bahwa hukum adalah instrumen untuk mencapai keadilan, dan bahwa kebijaksanaan dan pemahaman terhadap prinsip-prinsip ini dapat membantu kita menciptakan masyarakat yang lebih adil dan teratur.kehidupan manusia.


Posting Komentar untuk "Apa Itu Adagium dan Peranannya Dalam hukum"