Blogger Jateng

Siapa Itu Aristoteles


Kalau kita mencari mengenai pengertian hukum, tujuan hukum, dan sejarah hukum. Kita akan sering membaca atau mendengar pendapat dari seorang yang bernama Aritosteles. Siapa itu Aristoteles akan dibahas pada arikel ini. Menurut wikipedia Aristoteles adalah seorang filsuf yunani yang menjadi guru dari Alexander agung. Aristoteles belajar dari Plato selama 20 tahun, mulai pada umur 17 tahun. Semasa hidupnya, ia menulis tentang filsafat dan ilmu lainnya yaitu fisika, politik, hukum, etika, biologi dan psikologi. Aristoteles membagi filsafat menjadi empat persoalan yaitu logika, fisika, metafisika dan pengetahuan praktis. Analisis mengenai filsafat dilakukannya menggunakan silogisme. Pemikiran Aristoteles mengenai logika yang memanfaatkan metode deduktif dijadikan sebagai dasar dalam logika formal. Aristoteles juga meyakini bahwa keberadaan ilmu ditujukan untuk mendukung kehidupan manusia.
Aristoteles hidup pada 384 sm sampai 322 sm. Selama hidupnya Aristoteles banyak menyumbangkan pemikiran yang berkaitan dengan hukum. Pemikiran pemikiran inilah yang menjadi cikal bakalnya suatu hukum. Berikut beberapa pemikiran Aristoteles tentang hukum :
  • Hukum adalah sesuatu yang berbeda daripada sekedar mengatur dan mengekspresikan bentuk dari konstitusi dan hukum berfungsi untuk mengatur tingkah laku para hakim dan putusannya di pengadilan untuk hukuman terhadap pelanggar.
  • Manusia itu adalah zoon politicon artinya bahwa manusia itu sebagai makhluk pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya.
Dan masih banyak lagi pemikiran pemikiran dari aritoteles yang terkenal. Meskipun memulai karirnya sebagai murid Plato, Aristoteles mengembangkan pemikirannya yang unik dan cenderung lebih berfokus pada penelitian empiris. Ia sangat tertarik pada berbagai disiplin ilmu, termasuk filsafat, biologi, etika, politik, dan logika. Kontribusinya yang paling terkenal adalah dalam logika, di mana ia merumuskan dasar-dasar pemikiran logis yang masih relevan hingga hari ini.

Aristoteles juga berkontribusi besar dalam filsafat politik. Karyanya "Nikomachean Ethics" adalah salah satu karya terpenting dalam etika, mempertimbangkan konsep-konsep seperti kebahagiaan, kebajikan, dan keadilan. Teorinya tentang negara dalam "Politics" juga menjadi dasar bagi pemikiran politik selanjutnya.

Aristoteles meninggal pada tahun 322 SM di Euboea, Yunani, tetapi pemikirannya tetap hidup selama berabad-abad. Karya-karya besarnya terus diterjemahkan dan dipelajari hingga hari ini. Ia adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah pemikiran manusia, dan warisannya tetap relevan dalam pemikiran filosofis, Hukum, ilmiah, dan politik modern.

Posting Komentar untuk "Siapa Itu Aristoteles"