Blogger Jateng

Aliran Hukum

        

Aliran Hukum

        Aliran hukum, juga dikenal sebagai mazhab-mazhab hukum, merujuk pada berbagai pandangan atau pendekatan terhadap interpretasi, pengembangan, dan aplikasi hukum. Aliran-aliran teori hukum yang dianut oleh berbagai pakar hukum sangat membantu dalam mengenal dan memahami ilmu hukum.Setiap aliran hukum mencerminkan pemahaman dan perspektif tertentu terhadap sumber, tujuan, dan fungsi hukum. Berikut adalah beberapa aliran hukum yang umum :

A. Aliran Hukum Alam

        Aliran hukum alam menyebutkan bahwa hukum itu berasal dari Tuhan, bersifat universal dan abadi. Aliran ini dipelopori oleh Plato, Aristoteles, Zeno. Hukum alam terbagi menjadi 4 yaitu :

  • Lex Aeterna ( Hukum Abadi )
Hukum ini bersumber dari rasio Tuhan dan menjadi dasar bagi hukum yang ada.
  • Lex Diviana ( Hukum Ketuhanan )
Hukum ini bagian dari rasio Tuhan yang ditangkap atas dasar wahyu yang diterima. Hukum ini berisi tentang bagaimana manusia harus menjalani hidup.
  • Lex Naturalis ( Hukum Alam )
Hukum ini merupakan perwujudan Lex Aterna pada rasio manusia. Manusia dapat melakukan suatu penilaian tentang apa yang baik dan apa yang buruk.
  • Lex Humana ( Hukum Manusia )
Hukum ini adalah norma atau peraturan yang diciptakan dari hasil fikir manusia. Atau dengan istilah yang lebih sederhana Lex Humana disebut “hukum buatan manusia.

B.Aliran Hukum Positivisme

        Aliran ini menekankan pada sumber-sumber hukum yang dihasilkan oleh otoritas negara. Hukum dianggap sebagai peraturan atau norma yang diberlakukan oleh penguasa atau lembaga legislatif, dan moralitas tidak selalu terkait dengan hukum. Aliran hukum Positivisme terbagi menjadi 2 yaitu : 

  • Positivisme Mutlak

        Positivisme Mutlak adalah suatu pandangan dalam teori hukum yang menekankan pada sifat positif dan empiris hukum. Teori ini umumnya dikaitkan dengan pemikiran Hans Kelsen, seorang filsuf dan ahli hukum Austria. Kelsen mengembangkan teori hukum positivisnya yang dikenal sebagai "teori hukum murni" atau "positivisme mutlak."

  • Positivisme Moderat

        Positivisme Moderat adalah suatu pendekatan dalam teori hukum yang mencoba untuk menyatukan elemen-elemen positivisme dan elemen-elemen normatif atau etis dalam analisis hukum. Secara umum, positivisme moderat mencoba untuk mengatasi beberapa kelemahan yang dianggap ada dalam positivisme mutlak dan mencari keseimbangan antara deskripsi hukum dan pertimbangan etis atau moral.

C.Aliran Historis

        Aliran ini mengatakan bahwa hukum itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan sejarah, dan semua bangsa di dunia mempunyai jiwa. Aliran historis menolak kecerdasan seseorang. Ia menganggap hukum itu ditemukan oleh masyarakat

D.Aliran Sosiologis 

        Pada prinsipnya mengatakan bahwa hukum itu adalah apa yang menjadi kenyataan dalam masyarakat, bagaimana faktanya, hukum diterima dan tumbuh dalam masyarakat. Aliran sosiologis disebut juga sebagai sociological jurispudence, hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum masyarakat.

E.Aliran Antropologi

        Secara tradisional, aliran hukum antropologi dapat merujuk pada pendekatan dalam studi hukum yang berfokus pada penelitian dan pemahaman terhadap hubungan antara hukum dan masyarakat dari sudut pandang antropologi. Ini melibatkan penggunaan metode antropologi untuk memahami peran, fungsi, dan signifikansi hukum dalam suatu budaya atau masyarakat.

Beberapa karakteristik dan fokus utama aliran hukum antropologi melibatkan:

  • Konteks Budaya: Aliran ini menempatkan hukum dalam konteks budaya yang lebih luas. Ini berarti bahwa pemahaman terhadap sistem hukum suatu masyarakat tidak dapat dipisahkan dari norma, nilai, dan praktik budaya yang ada dalam masyarakat tersebut.
  • Studi Empiris: Aliran hukum antropologi cenderung melakukan studi empiris langsung di lapangan untuk memahami bagaimana hukum beroperasi dalam masyarakat tertentu. Ini mungkin melibatkan observasi partisipan, wawancara, dan pengumpulan data secara langsung dari masyarakat yang sedang diteliti.
  • Kajian Hubungan Hukum dan Kehidupan Sehari-hari: Fokus utama aliran ini adalah pada hubungan antara hukum dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Ini mencakup cara masyarakat memahami dan menggunakan hukum dalam menyelesaikan konflik, menjaga ketertiban sosial, atau memandu perilaku mereka.
  • Kritik terhadap Pendekatan Formalistik: Aliran hukum antropologi sering kali kritis terhadap pendekatan formalistik terhadap hukum, yang hanya melihat hukum sebagai seperangkat aturan dan prosedur formal. Sebaliknya, fokusnya lebih pada pengalaman hidup masyarakat dalam konteks hukum.

  • Multidisipliner: Aliran ini sering bekerja secara multidisipliner, menggabungkan konsep dan metode antropologi, sosiologi, dan ilmu sosial lainnya untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kompleksitas sistem hukum dalam suatu masyarakat.



Posting Komentar untuk "Aliran Hukum "