Blogger Jateng

Aliran Legisme Pemahaman dan Kontribusinya dalam Pengembangan Hukum

       

Aliran Legisme Pemahaman dan Kontribusinya dalam Pengembangan Hukum

         Legisme merupakan suatu aliran atau pendekatan terhadap hukum yang menekankan pada teks hukum sebagai satu-satunya sumber hukum yang sah. Aliran ini memiliki akar dalam tradisi hukum positif dan diidentifikasi dengan pandangan bahwa penafsiran dan aplikasi hukum harus terbatas pada teks hukum yang eksplisit dan tidak bergantung pada pertimbangan moral, etika, atau filsafat.

1. Asal Usul dan Sejarah:

Legisme berasal dari kata "lex" yang berarti hukum dalam bahasa Latin. Pendekatan ini pertama kali muncul di abad ke-19, di tengah-tengah pergeseran paradigma dari hukum alam ke hukum positif. Filosofi legisme mendominasi di beberapa sistem hukum kontinental Eropa, khususnya di Prancis dan Jerman.

2. Fokus pada Teks Hukum:

Aliran legisme menekankan pentingnya teks hukum sebagai satu-satunya sumber yang sah untuk menentukan makna dan ruang lingkup hukum. Penganut legisme percaya bahwa hakim dan penegak hukum harus membatasi diri pada interpretasi harfiah dari teks hukum yang ada.

3. Penolakan Terhadap Interpretasi Subyektif:

Legisme menolak pendekatan interpretatif yang bersifat subyektif atau bersandar pada pertimbangan moral atau nilai-nilai pribadi. Mereka berargumen bahwa hukum harus diterapkan secara konsisten dan objektif, tanpa adanya ruang untuk penafsiran yang terlalu bebas.

4. Positivisme Hukum:

Legisme berkaitan erat dengan positivisme hukum, pandangan bahwa keberlakuan hukum ditentukan semata-mata oleh otoritas legislatif dan peraturan tertulis. Dalam kerangka positivisme, hukum bukanlah suatu bentuk etika atau moral, tetapi lebih sebagai pernyataan kehendak negara.

5. Kritik Terhadap Legisme:

Meskipun legisme memiliki kejelasan dalam menetapkan norma hukum, aliran ini tidak lepas dari kritik. Beberapa menganggapnya terlalu mekanis dan kurang memperhatikan keadilan atau konteks sosial. Kritikus menyatakan bahwa kepatuhan eksklusif pada teks hukum dapat menghasilkan ketidakadilan dalam situasi yang tidak diatur secara eksplisit oleh undang-undang.

6. Peran dalam Pengembangan Hukum:

Legisme telah berperan dalam membentuk sistem hukum modern, terutama di negara-negara dengan tradisi hukum kontinental. Meskipun beberapa sistem hukum mungkin tidak menganut secara ketat pandangan legisme, pengaruhnya dapat dilihat dalam penekanan pada kejelasan dan ketertiban hukum.

        Aliran legisme, dengan fokusnya pada teks hukum sebagai sumber utama norma hukum, telah memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem hukum di berbagai negara. Meskipun kontroversial, pandangan ini tetap relevan dalam pembahasan mengenai bagaimana hukum harus diterapkan dan diinterpretasikan. Seiring waktu, penegakan hukum yang mengikuti prinsip-prinsip legisme harus seimbang dengan kebutuhan akan keadilan dan pertimbangan etis dalam masyarakat yang terus berkembang.

Posting Komentar untuk " Aliran Legisme Pemahaman dan Kontribusinya dalam Pengembangan Hukum"