Blogger Jateng

Emile Durkheim Pemikiran dan Pengaruh dalam Sosiologi Modern

Emile Durkheim

        Emile Durkheim (1858–1917) adalah seorang sosiolog Prancis yang dianggap sebagai salah satu bapak pendiri sosiologi modern. Kontribusinya yang signifikan terhadap pemikiran sosiologis telah membentuk dasar untuk pemahaman kita tentang struktur sosial, integrasi masyarakat, dan fungsi lembaga-lembaga sosial. Artikel ini akan menjelaskan kehidupan, karya, dan dampak Emile Durkheim dalam pengembangan sosiologi.

1. Latar Belakang dan Pendidikan:

Emile Durkheim lahir pada 15 April 1858, di Épinal, Prancis. Pada awalnya, ia mengejar studi filsafat di Universitas Bordeaux, namun kemudian memutuskan untuk mendalami sosiologi. Di bawah pengaruh Auguste Comte dan Herbert Spencer, Durkheim meraih gelar doktor di bidang sosiologi pada tahun 1887.

2. Fokus Karya:

Durkheim memiliki ketertarikan utama pada integrasi sosial dan faktor-faktor yang mempertahankan kestabilan dalam masyarakat. Karyanya yang terkenal, "The Division of Labor in Society" (1893), menggambarkan evolusi masyarakat dari solidaritas mekanik (berdasarkan kesamaan) ke solidaritas organik (berdasarkan spesialisasi dan saling ketergantungan).

3. Teori Fungsi Sosial:

Konsep kunci dalam pemikiran Durkheim adalah teori fungsi sosial. Ia berargumen bahwa setiap aspek masyarakat memiliki fungsi tertentu yang berkontribusi pada kelangsungan hidup masyarakat secara keseluruhan. Misalnya, lembaga pendidikan berfungsi untuk mentransmisikan nilai-nilai dan norma-norma sosial kepada generasi baru.

4. Studi Tentang Bunuh Diri:

Salah satu penelitian paling terkenal Durkheim adalah "Le Suicide" (1897), di mana ia menganalisis statistik bunuh diri dan menyimpulkan bahwa faktor-faktor sosial seperti tingkat integrasi sosial dan norma sosial memainkan peran penting dalam tingkat bunuh diri.

5. Konsep Kolektifisme dan Kolektifitas:

Durkheim mengembangkan ide-ide tentang kolektifisme, di mana individu-individu dalam masyarakat membentuk suatu kesatuan yang lebih besar. Ia menekankan pentingnya solidaritas sosial untuk mencegah anomie (ketidakpastian dan kekacauan sosial) yang dapat muncul ketika norma-norma sosial lemah atau tidak jelas.

6. Warisan dan Pengaruh:

Karya-karya Durkheim telah memberikan dasar teoritis bagi banyak perkembangan dalam sosiologi modern. Konsep-konsep seperti solidaritas sosial, fungsi sosial, dan anomie masih menjadi fokus penelitian dan diskusi dalam disiplin ini.

7. Akhir Hidup:

Durkheim meninggal pada tahun 1917. Meskipun hidupnya relatif singkat, warisannya terus hidup dalam berbagai konteks sosiologis dan ilmu sosial.

        Emile Durkheim, dengan intelektualitas dan kontribusinya yang besar terhadap sosiologi, telah membentuk landasan pemikiran untuk pemahaman kita tentang dinamika sosial. Pemikirannya tentang solidaritas sosial, fungsi sosial, dan interaksi manusia telah menjadi pondasi yang penting dalam pengembangan sosiologi modern. Melalui karya-karyanya, Durkheim terus memberikan wawasan berharga tentang kompleksitas masyarakat manusia.

Posting Komentar untuk " Emile Durkheim Pemikiran dan Pengaruh dalam Sosiologi Modern"