Blogger Jateng

Hans Kelsen: Pemikir Hukum Kontemporer dan Teori Positivisme Mutlak

       

Hans Kelsen: Pemikir Hukum Kontemporer dan Teori Positivisme Mutlak

         Hans Kelsen (1881-1973) adalah salah satu pemikir hukum paling berpengaruh dalam sejarah, terutama dikenal atas kontribusinya dalam mengembangkan teori hukum yang dikenal sebagai positivisme mutlak. Lahir di Praha, Austria-Hongaria (sekarang Republik Ceko), Kelsen telah membentuk landasan pemikiran hukum yang mendalam dan berkelanjutan.

Pendidikan dan Awal Karier:

        Kelsen memulai pendidikannya di bidang hukum di Universitas Charles di Praha. Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas Vienna, di mana ia meraih gelar doktor pada tahun 1906. Awal kariernya diwarnai dengan penugasan di berbagai universitas dan keikutsertaannya dalam perdebatan hukum di masa itu.

Teori Hukum Murni:

        Salah satu kontribusi terbesar Hans Kelsen terletak pada pengembangan teori hukum murni atau positivisme mutlak. Dalam karyanya yang terkenal, "The Pure Theory of Law" (1934), Kelsen menyatakan bahwa hukum adalah suatu sistem norma yang otonom dan tidak tergantung pada nilai atau pertimbangan etis. Menurutnya, hukum bersifat formal dan terstruktur seperti piramida, dengan norma-norma yang lebih tinggi mengontrol norma-norma yang lebih rendah.

Piramida Norma:

        Konsep piramida norma adalah fondasi dari teori Kelsen. Ia mengusulkan bahwa setiap norma hukum harus didukung oleh norma yang lebih tinggi. Di puncak piramida, terdapat apa yang dikenal sebagai "grundnorm" atau norma dasar yang tidak bisa dijelaskan lebih lanjut. Grundnorm adalah asumsi dasar yang menjadi dasar keberlakuan seluruh sistem hukum.

Pemisahan Antara "Seharusnya" dan "Apakah":

        Salah satu ciri khas positivisme mutlak Kelsen adalah pemisahan tegas antara pertanyaan normatif ("seharusnya") dan deskriptif ("apakah"). Ia berpendapat bahwa pertanyaan tentang keadilan atau moralitas tidak dapat dijawab oleh hukum itu sendiri dan harus dipisahkan dari pertanyaan tentang apakah sesuatu sesuai dengan hukum atau tidak.

Kritik terhadap Konsep Hukum Alam:

        Kelsen secara tegas menentang konsep hukum alam yang meyakini bahwa hukum memiliki dasar moral yang inheren. Ia berargumen bahwa setiap klaim tentang hukum alam adalah klaim nilai dan tidak dapat diukur secara objektif.

Kontroversi dan Pengaruh:

        Pendekatan Kelsen mendapatkan penerimaan dan kritik yang signifikan. Meskipun kontroversial, positivisme mutlaknya memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan teori hukum dan telah memengaruhi generasi pemikir hukum setelahnya.

Pengalaman di Amerika Serikat:

        Selama periode Perang Dunia II, Kelsen meninggalkan Austria karena situasi politik dan antisemitisme. Ia menetap di Amerika Serikat, di mana ia mengajar di beberapa universitas terkemuka dan terus memperkuat reputasinya sebagai salah satu pemikir hukum terkemuka.

Warisan dan Kepengaruhannya:

        Hans Kelsen meninggalkan warisan berharga dalam pemikiran hukum modern. Positivisme mutlaknya menjadi dasar bagi banyak diskusi tentang sifat dan fungsi hukum. Pemisahan antara hukum dan pertimbangan moral, konsep piramida norma, dan pendekatan formalisnya masih menjadi subjek kajian yang relevan dalam studi hukum kontemporer.

        Hans Kelsen adalah seorang pemikir hukum kontemporer yang merubah paradigma pemikiran hukum. Melalui positivisme mutlaknya, ia mengajukan pandangan bahwa hukum dapat dipahami dan dianalisis secara otonom, terlepas dari pertimbangan etis. Warisan Kelsen tetap hidup dalam kajian hukum dan memberikan sumbangan yang tak ternilai terhadap evolusi teori hukum modern.

Posting Komentar untuk " Hans Kelsen: Pemikir Hukum Kontemporer dan Teori Positivisme Mutlak"